1. Prof. Yoshihide Kozai.
Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang,
Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan
ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang
mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara
detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu
pengetahuan manusia secara sederhana. Beberapa di antara mereka
mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. “
"Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta kebenaran astronomi
dalam Quran, dan bagi kami para astronom modern telah mempelajari
potongan-potongan yang sangat kecil dari alam semesta, Kami telah
memusatkan upaya kami untuk memahami bagian terkeci itu. Karena dengan
menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagian yang paling kecil dari
langit tanpa berpikir tentang alam semesta. Dan alqur'an menjawab semua
pertanyaan dan apa yang dikatakan alqur'an tentang astronomomi benar
tidak ada kesalahan sedikitpun, dan alqur'an ini merupakan jalan dan
patner buat saya untuk investigasi alam semesta. "
2. Prof: Dr. T. V. N. Persaud.
Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan
dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,Kanada.
Persaud is Professor of Anatomy, Professor of Pediatrics and Child
Health, and Professor of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive
Sciences at the University of Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Canada.
There, he was the Chairman of the Department of Anatomy for 16 years. He
is well-known in his field. He is the author or editor of 22 textbooks
and has published over 181 scientific papers. In 1991, he received the
most distinguished award presented in the field of anatomy in Canada,
the J.C.B. Grant Award from the Canadian Association of Anatomists. When
he was asked about the scientific miracles in the Quran which he has
researched, he stated the following:
Dia mengatakan: "Muhammad
tidak bisa menulis dan membaca, seorang yang geniuspun tidak akan mampu
membuat pernyataan yang menakjubkan dan akurat tentang fakta kebenaran
ilmiyah.Dan Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah
kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah dan tidak
menyulitkan akal saya untuk menerima dan mengatakan bahwa alqur'an
adalah wahyu ilahi. We're talking about 1400 years ago, you have some
illiterate person making profound statements that are amazingly
accurate, of a scientific nature...
3. Prof. Dr. William W. Hay
Hay is a well-known marine scientist. He is Professor of Geological
Sciences at the University of Colorado, Boulder, Colorado, USA. He was
formerly the Dean of the Rosenstiel School of Marine and Atmospheric
Science at the University of Miami, Miami, Florida, USA. After a
discussion with Professor Hay about the Quran’s mention of recently
discovered facts on seas,
He said:. "I find it very interesting
that this sort of information is in the ancient scriptures of the Holy
Qur'an, and I have no way of knowing where they would have come from.
But I think it is extremely interesting that they are there and this
work is going on to discover it, the meaning of some of the passages."
4. Prof. Dr. E. Marshall Johnson
Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas
Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. and the Director
of the Daniel Baugh Institute. He was also the President of the
Teratology Society. He has authored more than 200 publications. In 1981,
during the Seventh Medical Conference in Dammam, Saudi Arabia,
Professor Johnson said in the presentation of his research paper:
"Alquran tidak hanya menjelaskan perkembangan dari bentuk eksternal,
tetapi juga menekankan tahap internal, tahapan dalam embrio, penciptaan
dan perkembangannya, menekankan peristiwa besar yang diakui oleh ilmu
pengetahuan kontemporer. "
"Sebagai seorang ilmuwan, saya hanya
bisa mengatkan sesuatu apa yang dapat saya lihat. Saya bisa mengerti
embriologi dan biologi perkembangan. Saya bisa memahami kata-kata yang
diterjemahkan kepada saya dari Al Qur'an, dan apa yang dikatakan
alqur'an semuanya benar,
jikalau saya pindah kezaman nabi muhammad
dan saya membaca alqur'an saya tidak mmungkin bisa menjelaskan apa yang
ada dalam alqur'an, dan ini adalah bukti bahwa ini adalah wahyu ilahi
dan saya percaya itu."
5. Prof: Dr. Gerald C. Goeringer is a
Professor and Coordinator of Medical Embryology in the Department of
Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington DC,
USA.
In a relatively few ayahs (Qur'anic verses) is contained a
rather comprehensive description of human development from the time of
commingling of the gametes through organogenesis. No such distinct and
complete record of human development such as classification,
terminology, and description existed previously. In most, if not all
instances, this description antedates by many centuries the recording of
the various stages of human embryonic and fetal development recorded in
the traditional scientific literature.
6. Prof. DR. Keith L.
Moore is a professor emeritus in the division of anatomy (department of
surgery), former Chair of anatomy from 1974 to 1984[1] and associate
dean for Basic Medical Sciences (Faculty of Medicine) at the University
of Toronto, Ontario, Canada. He has also worked at the King Abdulaziz
University in Jeddah, Saudi Arabia. Moreover, he is a founding member of
the American Association of Clinical Anatomists (AACA). He was
President of the AACA between 1989 and 1991[2]. He is most known for his
textbooks on the subjects of anatomy and human embryology.
"Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan ini pasti berasal dari Allah
melalui Muhammad, sebab hampir seluruh pengetahuan ini tldak ditemukan
sampai beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa
Muhammad adalah utusan Allah. “Karena pementasan embrio manusia sangat
kompleks, karena proses berkelanjutan perubahan selama perkembangan, dan
sistem klasifikasi baru dapat dikembangkan dengan menggunakan istilah
yang disebutkan dalam Al Qur'an dan Sunnah. Sistem yang diajukan lebih
sederhana, komprehensif, dan sesuai dengan pengetahuan embriologi saat
ini.
The intensive studies of the Qur'an and Hadith in the last four
years have revealed a system of classifying human embryos that is
amazing since it was recorded in the seventh century A.D... the
descriptions in the Qur'an cannot be based on scientific knowledge in
the seventh century."
7. Prof.Dr. Joe Leigh Simpson.
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan
Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat and
Professor of Molecular and Human Genetics at the Baylor College of
Medicine, Houston, Texas, USA. Formerly, he was Professor of Ob-Gyn and
the Chairman of the Department of Ob-Gyn at the University of Tennessee,
Memphis, Tennessee, USA. He was also the President of the American
Fertility Society. He has received many awards, including the
Association of Professors of Obstetrics and Gynecology Public
Recognition Award in 1992. Professor Simpson studied the following two
sayings of the Prophet Muhammad:
these Hadiths (sayings of Muhammad)
could not have been obtained on the basis of the scientific knowledge
that was available at the time of the 'writer'... It follows that not
only is there no conflict between genetics and religion (Islam) but in
fact religion (Islam) may guide science by adding revelation to some of
the traditional scientific approaches... There exist statements in the
Qur'an shown centuries later to be valid which support knowledge in the
Qur'an having been derived from God
8. Prof. Dr. Alfred Kroner
Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman.
Dia mengatakan: "Thinking where Muhammad came from...Dan saya pikir
sungguh tidak mungkin bahwa muhammad bisa mengetahui banyak hal tentang i
asal mula alam semesta, karena para ilmuwan hanya menemukan ini
beberapa tahun terakhir dengan metode teknologi yang sangat canggih,
untuk mengungkap fakta ilmiyah,
Jika Anda menggabungkan semua ini
dan Anda menggabungkan semua laporan yang dibuat dalam Al Qur'an dalam
hal yang berhubungan dengan bumi dan pembentukan bumi dan ilmu
pengetahuan pada umumnya, pada dasarnya anda bisa mengatakan bahwa
pernyataan yang dibuat ada banyak cara benar, sekarang dapat
dikonfirmasikan dengan metode ilmiah, dan dengan cara, kita bisa
mengatakan bahwa Qur'an adalah buku teks ilmu pengetahuan sederhana
untuk orang sederhana. Dan pernyataan alqur'an pada wakut alqur'an
dituruan tidak dapat dibuktikan, tetapi metode ilmiah modern sekarang
ini dapat membuktikan apa yang dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu
9. Prof.Dr: Tejatat Tejasen:Professor Tejasen studied various articles
concerning the Qur'an and modern embryology. He spent four days with
several scholars, Muslims and non-Muslims, discussing this phenomenon in
the Qur'an and Hadith. During the 8th Saudi Medical Conference in
Riyadh, Saudi Arabia he stood up and said:
"In the last three years,
I became interested in the Qur'an... From my studies and what I have
learned throughout this conference, I believe that everything that has
been recorded in the Qur'an fourteen hundred years ago must be the
truth, that can be proved by the scientific means.
Saya pikir
inilah saatnya mengucapkan “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah
dan Muhammad adalah utusan Allah.”Tidak ada keraguan bahwa al-Quran
adalah keajaiban abadi yang kita miliki. Sebagaimana firman Allah di
dalam al-Quran
10. Napoleon Bonaparte
Dari buku “Bonaparte
et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: Saya
meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia
yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan
kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah
Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada
kebahagiaan.*
11. W.E. Hocking dalam “Spirit of World Politics
New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan
saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan
untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga
pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang
dapat dibanggakan oleh dunia Barat.”
12. E. Denisen Ross dari
“Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang
peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible
dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari
kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara
agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…..Sungguh sebuah kitab
seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa
ini, di mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh
penemuan-penemuan modern.”
13. . George Sale dalam buku “Joseph
Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia
diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling
tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat
ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang
besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah
cukup untuk meyakinkan dunia bahwa ALQUR'AN itu berasal dari Tuhan.”
14. . G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Koran” (kata
pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui
bahwa Our’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab
Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab
yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana
pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap
sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan
manusia dan satu tipe karakter yang segar.”
15. DR. John
William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in
Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung
sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat
berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak
dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus
diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan
teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya,
sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”
16. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33,
berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya
sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang
sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh
dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima
Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”
17. Harry
Gaylord Dorman dalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948,
p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang
didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu
mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya
dan kebenaran Muhammad.”
18. Prof. Palmer: Ahli Geologi ternama Amerika Serikat.
“llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di
dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya
menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun
yang lalu
19 .Professor Armstrong:Prof. Armstrong was asked a number
of questions about Qur'anic verses dealing with his field of
specialisation. He was eventually asked, "You have seen and discovered
for yourself the true nature of modern Astronomy by means of modern
equipment, rockets, and satellites developed by man. You have also seen
how the same facts were mentioned by the Qur'an fourteen centuries ago.
So what is your opinion?"
"That is a difficult question which I have
been thinking about since our discussion here. I am impressed at how
remarkably some of the ancient writings seem to correspond to modern and
recent Astronomy. I am not a sufficient scholar of human history to
project myself completely and reliably into the circumstances that 1400
years ago would have prevailed.
Certainly, I would like to
leave it at that, that what we have seen is remarkable, it may or may
not admit of scientific explanation, there may well have to be something
beyond what we understand as ordinary human experience to account for
the writings that we have seen
20. Prof: Dr Maurice Bucaille:
Ia adalah penulis best-seller,"The Bible, The Qur'an and Science"
(1976). His classical studies of the scriptural languages, including
Arabic, in association with his knowledge of hieroglyphics, have allowed
him to hold a multidisciplinary inquiry, in which his personal
contribution as a medical doctor has produced conclusive arguments. His
work, "Mummies of the Pharaohs - Modern Medical Investigations" (St.
Martins Press, 1990), won a History Prize from the Académie Française
and another prize from the French National Academy of Medicine.
His other works include: "What is the Origin of Man" (Seghers, 1988),
"Moses and Pharaoh, the Hebrews in Egypt", (NTT Mediascope Inc, 1994);
and "Réflexions sur le Coran" (Mohamed Talbi & Maurice Bucaille,
Seghers, 1989
After a study which lasted ten years, Dr. Maurice
Bucaille addressed the French Academy of Medicine in 1976 concerning the
existence in the Qur'an of certain statements concerning physiology and
reproduction. His reason for doing that was that :
our knowledge of
these disciplines is such, that it is impossible to explain how a text
produced at the time of the Qur'an could have contained ideas that have
only been discovered in modern times."
"The above observation
makes the hypothesis advanced by those who see Muhammad as the author of
the Qur'an untenable. How could a man, from being illiterate, become
the most important author, in terms of literary merits, in the whole of
Arabic literature?
How could he then pronounce truths of a
scientific nature that no other human-being could possibly have
developed at that time, and all this without once making the slightest
error in his pronouncement on the subject?"
Demikianlah
pengakuan ilmuan tentang kebenaran alqur'an dan semua ilmuan mengakui
kebenaran alqur'an dan mereka semua yakin bahwa alqur'an adalah kitab
suci dari tuhan
NB: Fakta mencengangkan bahwa saat ini di
Eropa terjadi migrasi keyakinan berpindah Agama menuju Islam setelah
mempelajari Al Qu'an.
Bahkan di Amerika pun jumlah muallaf meningkat
setiap tahun di karenakan terjadi krisis akhlak & doktrin
membingungkan hingga banyak yg memilih atheis tidak percaya kebenaran
Tuhan di negara itu & Islam lah yg menjadi pembenaran secara logika
& mendamaikan ketenangan jiwa...
Para para ilmuan dunia yg notabene nya memiliki kelebihan akal di atas kecerdasan kita, lalu bagaimana dg kita??
Apakah kita hanya bisa bersantai & masih kurang bersyukur telah memeluk Islam... ?